Pembelajaran geometri sering terkendala oleh abstraksi materi dan kebutuhan visualisasi spasial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk media digital dalam pembelajaran geometri, mengevaluasi efektivitasnya terhadap hasil belajar, serta mengidentifikasi faktor penentu keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses. Penelusuran literatur dilakukan pada database Google Scholar dan Springer dalam rentang tahun 2021–2026, menghasilkan 13 artikel terpilih yang terindeks Sinta dan Scopus. Hasil penelitian menunjukkan variasi media digital meliputi software geometri dinamis (GeoGebra), augmented reality (AR), digital storytelling, dan Google Sites. Secara umum, media tersebut efektif meningkatkan hasil belajar, retensi, dan pengalaman flow siswa. Temuan kritis menunjukkan bahwa efektivitas teknologi seperti AR lebih optimal pada materi 3D, sementara perangkat layar datar lebih unggul untuk generalisasi konsep 2D. Keberhasilan integrasi digital dipengaruhi oleh faktor internal berupa kecerdasan visual-spasial siswa, serta faktor eksternal seperti kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge guru dan desain interaktivitas media. Studi ini merekomendasikan pemilihan media yang adaptif terhadap dimensi materi dan kapasitas kognitif siswa untuk mengoptimalkan pemahaman geometri.
Copyrights © 2026