Anemia pada ibu menyusui masih menjadi masalah kesehatan yang berpotensi memengaruhi kualitas Air Susu Ibu (ASI), khususnya kandungan proteinnya yang penting bagi pertumbuhan dan imunitas bayi. Namun, masih terbatas studi yang secara khusus melakukan analisis hubungan antara tingkat hemoglobin ibu. Kadar hemoglobin yang rendah dapat menghambat proses pertumbuhan bayi sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting. Sumber utama zat gizi bagi bayi berasal dari ASI yang diberikan oleh ibu menyusui dengan protein yang terkandung dalam ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar hemoglobin pada ibu menyusui dengan kadar protein dalam ASI di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang. Penelitian ini menerapkan pendekatan observasional melalui desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 ibu menyusui dengan bayi berusia 0-6 bulan. Penjelasan terkait maksud serta tahapan penelitian telah disampaikan kepada partisipan sebelum penandatanganan informed consent. Pengukuran kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode hematologi, sedangkan kadar protein ASI dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebesar 12,35 g/dL yang berada dalam kisaran normal, serta rerata kadar protein ASI yaitu 1,29 g/100 mL. Hasil analisis korelasi Spearman Rank pada IBM SPSS Statistics versi 27 menunjukkan hubungan negatif yang lemah antara kedua variabel (r=- 0,278) serta tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin ibu menyusui tidak memiliki hubungan signifikan dengan kadar protein ASI.
Copyrights © 2026