Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul, makna filosofis, proses pelaksanaan, serta dinamika perkembangan Tradisi Mubeng Ringin di wilayah Seyegan, termasuk peran masyarakat dan pengalaman pelaku tradisi dalam menjaga keberlangsungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini diturunkan dari pitutur leluhur yang berkaitan dengan sosok Mbah Bregas, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan runtuhnya Majapahit serta proses penyebaran Islam di Jawa melalui tokoh-tokoh seperti Sunan Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tradisi ini memiliki makna filosofis sebagai sarana penanaman nilai-nilai kehidupan, khususnya sebagai pengingat bagi pasangan pengantin untuk menjalankan kewajiban terhadap orang tua, agama, dan negara yang disimbolkan melalui prosesi mengelilingi pohon beringin sebanyak tiga kali. Selain itu, proses pelaksanaannya melibatkan tahapan tertentu yang mengandung unsur simbolik dan religius dengan peran penting juru kunci serta partisipasi masyarakat. Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami penyesuaian seiring perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai utama yang diwariskan
Copyrights © 2026