Tujuan: untuk memperkuat nilai gotong royong masyarakat melalui pendampingan tradisi sedekah bumi sebagai media pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal guna meningkatkan partisipasi, pemahaman, dan pelestarian budaya di dusun Wonosunyo desa Wonosunyo. Metode: menggunakan pendekatan participatory rural appraisal yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, kelompok perempuan, dan masyarakat. Tahapan meliputi observasi, wawancara, focus group discussion, sosialisasi, pendampingan pelaksanaan tradisi sedekah bumi, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil: program meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai gotong royong dari 68,40% menjadi 87,65%, pemahaman filosofi sedekah bumi dari 65,20% menjadi 89,40%, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kerja bakti, kepanitiaan, dan komitmen melestarikan tradisi. Keterlibatan generasi muda juga meningkat selama proses pendampingan. Kesimpulan: pendampingan partisipatif berhasil mencapai tujuan pengabdian dengan menjadikan tradisi sedekah bumi sebagai media penguatan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. Kontribusi: program menghasilkan model pendampingan berbasis budaya lokal yang dapat direplikasi sebagai strategi penguatan modal sosial, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pelestarian tradisi dalam pembangunan desa berkelanjutan.
Copyrights © 2026