Latar Belakang: Kepuasan pasien di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti menunjukkan tren penurunan ditandai meningkatnya pengaduan pasien 7,6% tahun 2024 menjadi 14,2% tahun 2025 serta menurunnya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari 95 menjadi 89. Keluhan utama pasien berkaitan dengan waktu tunggu pelayanan, perilaku petugas, serta kondisi sarana dan prasarana yang belum optimal. Tujuan: Menganalisis pengaruh reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles, dan tarif pelayanan terhadap kepuasan pasien. Metode: Penelitian kuantitatif desain cross-sectional dilaksanakan di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas 4 Maret–20 April 2026. Populasi 2.535 pasien rawat jalan dengan sampel 97 responden dipilih menggunakan teknik stratified purposive sampling. Kriteria inklusi berusia >17 tahun, telah menerima pelayanan rawat jalan, bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi SERVQUAL dan tarif pelayanan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Seluruh dimensi kualitas pelayanan dan tarif pelayanan berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tarif pelayanan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,239; p=0,009). Pasien yang menilai tarif pelayanan baik memiliki peluang 5,239 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan pasien yang menilai tarif pelayanan kurang baik. Model regresi mampu menjelaskan 57% variasi kepuasan pasien. Saran: RSUD Muara Beliti perlu melakukan evaluasi tarif pelayanan secara berkala agar sesuai dengan kualitas pelayanan yang diterima pasien. Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas fisik serta penguatan sikap empati petugas perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Rawat Jalan, Tarif Pelayanan
Copyrights © 2026