Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Choiriah Choiriah; Ali Harokan; Nurul Fitriah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1661

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti menunjukkan tren penurunan ditandai meningkatnya pengaduan pasien 7,6% tahun 2024 menjadi 14,2% tahun 2025 serta menurunnya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari 95 menjadi 89. Keluhan utama pasien berkaitan dengan waktu tunggu pelayanan, perilaku petugas, serta kondisi sarana dan prasarana yang belum optimal. Tujuan: Menganalisis pengaruh reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles, dan tarif pelayanan terhadap kepuasan pasien. Metode: Penelitian kuantitatif desain cross-sectional dilaksanakan di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas 4 Maret–20 April 2026. Populasi 2.535 pasien rawat jalan dengan sampel 97 responden dipilih menggunakan teknik stratified purposive sampling. Kriteria inklusi berusia >17 tahun, telah menerima pelayanan rawat jalan, bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi SERVQUAL dan tarif pelayanan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Seluruh dimensi kualitas pelayanan dan tarif pelayanan berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tarif pelayanan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,239; p=0,009). Pasien yang menilai tarif pelayanan baik memiliki peluang 5,239 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan pasien yang menilai tarif pelayanan kurang baik. Model regresi mampu menjelaskan 57% variasi kepuasan pasien. Saran: RSUD Muara Beliti perlu melakukan evaluasi tarif pelayanan secara berkala agar sesuai dengan kualitas pelayanan yang diterima pasien. Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas fisik serta penguatan sikap empati petugas perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Rawat Jalan, Tarif Pelayanan
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE, SANITASI LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DERMATITIS Mala Saronah; Arie Wahyudi; Nurul Fitriah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1677

Abstract

Latar Belakang: Kejadian dermatitis merupakan masalah kesehatan kulit yang dipengaruhi faktor perilaku dan lingkungan. Di Indonesia, penyakit kulit menempati urutan ketiga kunjungan pelayanan kesehatan dengan prevalensi 6,3%. Di wilayah kerja Puskesmas Mariana, kasus dermatitis meningkat dalam tiga tahun terakhir, dengan total 349 kasus pada tahun 2023, pada tahun 2024 sebanyak 519 kasus, dan meningkat di tahun 2025 dengan total 561 kasus. Tujuan: Mengetahui gambaran personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan kejadian dermatitis di Desa Sungai Rebo Kabupaten Banyuasin Tahun 2026. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan pada April 2026 dengan sampel 99 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Sebagian besar responden memiliki personal hygiene buruk, meliputi kebersihan tangan dan kuku (70,7%), kulit (82,8%), pakaian (72,7%), handuk (71,7%), dan tempat tidur (70,7%). Sanitasi lingkungan juga didominasi kategori buruk, yaitu sarana air bersih (61,6%), pembuangan sampah (50,5%), jamban sehat (59,6%), dan pembuangan air limbah (55,6%). Kejadian dermatitis ditemukan pada 46,5% responden. Saran: Diperlukan intervensi berbasis masyarakat melalui perbaikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Personal Hygiene, Sanitasi lingkungan, Kejadian Dermatitis
ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS Dwijaya Sari; Ali Harokan; Nurul Fitriah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1740

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada usia produktif terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Tingginya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang memerlukan identifikasi determinan untuk mendukung upaya pencegahan yang efektif. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif serta menentukan faktor yang paling dominan di Puskesmas Basuki Rahmat Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif observasional dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 terhadap 380 responden usia 15–64 tahun yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 40,5% responden mengalami hipertensi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi dalam keluarga, indeks massa tubuh, riwayat merokok, aktivitas fisik, tingkat stres, asupan natrium, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat hipertensi dalam keluarga merupakan faktor yang paling dominan (OR=68,233; p<0,001), diikuti usia (OR=6,661), riwayat merokok (OR=5,385), dan stres (OR=2,769). Saran: Puskesmas perlu memperkuat skrining hipertensi pada usia produktif, terutama individu berusia 50–64 tahun dan yang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, disertai edukasi mengenai penghentian merokok, pengendalian stres, serta penerapan gaya hidup sehat.Kata Kunci : Hipertensi, Faktor Risiko, Usia Produktif