Disleksia adalah gangguan belajar spesifik yang dapat diidentifikasi sejak dini melalui kesulitan dalam perkembangan bahasa dan literasi awal. Pendidikan anak usia dini memainkan peran strategis dalam deteksi dini dan intervensi bagi anak-anak yang berisiko mengalami disleksia. Sejalan dengan implementasi Kurikulum Mandiri, yang menekankan pembelajaran berpusat pada anak dan diferensiasi, guru PAUD dituntut untuk mampu merancang strategi intervensi yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi intervensi yang diterapkan pada anak usia 3-4 tahun yang menunjukkan indikasi disleksia dalam implementasi Kurikulum Mandiri di TK Sanggar Dolanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak usia 4-5 tahun dan guru kelas sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi intervensi yang diterapkan meliputi pendekatan bermain berbasis literasi, stimulasi kesadaran fonologis, penggunaan media multisensori, dan pembelajaran diferensiasi sesuai dengan kebutuhan anak. Strategi-strategi ini selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Independen dan memberikan respons positif terhadap perkembangan literasi awal anak-anak. Studi ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru dalam intervensi dini untuk disleksia melalui pelatihan berkelanjutan.
Copyrights © 2026