Keterampilan literasi awal memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan akademik anak; namun, anak-anak dengan disleksia sering menghadapi kesulitan yang terus-menerus dalam mengenali huruf, menguraikan kata, dan memahami makna, yang membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat yang disesuaikan dengan karakteristik belajar mereka. Studi ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan multisensori VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, dan Tactile) dalam meningkatkan keterampilan literasi awal pada anak dengan disleksia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Subjek Tunggal (SSR) dengan desain A1–X–A2, yang terdiri dari fase dasar, intervensi, dan pasca-intervensi. Subjeknya adalah anak laki-laki berusia 5–8 tahun yang terdaftar di kelas satu sekolah dasar, dan intervensi dilakukan selama kurang lebih 45 sesi pembelajaran menggunakan aktivitas multisensori yang terstruktur dan berulang. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang berfokus pada empat indikator literasi awal, yaitu pengenalan huruf, penggabungan suku kata, pengenalan dan penulisan kata benda, dan pengucapan kata yang akurat. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan di semua indikator literasi, dengan peningkatan tertinggi diamati pada penguasaan kosakata, mencapai 80%. Selain itu, subjek menunjukkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan respons positif selama kegiatan membaca, yang selanjutnya didukung oleh wawancara dengan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori VAKT efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi awal dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi anak-anak dengan disleksia, dan direkomendasikan sebagai strategi pengajaran alternatif dalam lingkungan pendidikan inklusif untuk mendukung anak-anak dengan kesulitan belajar.
Copyrights © 2026