Pengembangan keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar, dan kerja sama merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Namun, hasil observasi awal di kelas IV SDN Belitung Utara 3 Banjarmasin menggambarkan bahwasanya siswa masih cenderung pasif dalam pembelajaran, memiliki keterampilan berpikir kritis yang rendah, serta belum mampu bekerja sama secara optimal. Studi ini bertujuan guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta motivasi belajar melalui penerapan model KOMPAS yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Make-A Match. Studi ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif didukung data kuantitatif. Subjek penelitian terdiri 12 siswa kelas IV SDN Belitung Utara 3 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap keterampilan berpikir kritis serta motivasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap pertemuan. Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 42% menjadi 83% an motivasi belajar meningkat dari 42% menjadi 92%. Temuan penelitian menunjukkan bahwasanya model KOMPAS efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna sehingga model KOMPAS dapat digunakan sebagai alternatif untuk inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Ini akan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, mendorong mereka untuk belajar, dan mendorong mereka untuk bekerja sama
Copyrights © 2026