Rendahnya keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan karakter tanggung jawab murid pada pembelajaran IPAS menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan murid secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model BAHTERA dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan karakter tanggung jawab murid sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan, dengan melibatkan 21 murid kelas V SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin sebagai subjek penelitian. Setiap pertemuan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BAHTERA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Teams Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari 48% menjadi 81%, keterampilan kerja sama dari 38% menjadi 86%, dan karakter tanggung jawab dari 48% menjadi 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga model tersebut dapat dijadikan referensi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid, sekaligus membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk menguji penerapan model ini pada muatan pelajaran, jenjang, atau variabel keterampilan yang berbeda guna memperluas kontribusinya terhadap pengembangan kualitas pembelajaran di sekolah dasar
Copyrights © 2026