Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa pada pembelajaran matematika menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model BATUAH dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 10 siswa kelas III SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BATUAH, yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Teams Games Tournament (TGT), mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dari 30% menjadi 90%, kedisiplinan diri dari 40% menjadi 90%, dan kerja sama dari 50% menjadi 90%. Dengan demikian, model BATUAH efektif diterapkan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat menjadi referensi bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih aktif dan kolaboratif, sekaligus mendukung sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pengembangan keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama siswa.
Copyrights © 2026