yang adaptif agar mampu mengendalikan kecemasan dan mempertahankan performa selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk strategi coping yang digunakan atlet Taekwondo Dojang Raven Lombok Timur dalam menghadapi kejuaraan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026. Informan terdiri atas tiga atlet sebagai informan utama serta seorang pelatih dan seorang manajer official sebagai informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua atlet cenderung mengombinasikan Problem-Focused Coping dan Emotion-Focused Coping melalui latihan tambahan, pencarian informasi kepada pelatih, regulasi emosi, dan penguatan keyakinan diri, sedangkan satu atlet lebih dominan menggunakan Emotion-Focused Coping yang berorientasi pada escape avoidance. Strategi coping atlet dipengaruhi oleh faktor internal berupa kapasitas fisik, keyakinan diri, dan kemampuan analisis masalah, serta faktor eksternal berupa keterampilan interpersonal dan dukungan sosial dari pelatih maupun manajer tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi Problem-Focused Coping dan Emotion-Focused Coping merupakan strategi yang lebih adaptif dalam menghadapi tekanan kompetisi, sehingga program pembinaan Taekwondo perlu mengintegrasikan pengembangan keterampilan psikologis secara sistematis untuk meningkatkan kesiapan mental dan performa atlet.
Copyrights © 2026