Meskipun sistem digitalisasi administrasi pelayaran e-Pas Kecil dirancang untuk meningkatkan efektivitas birokrasi, pengoperasiannya di lapangan sering kali memicu hambatan bagi aktor sasarannya, khususnya nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala mendasar yang dihadapi pemilik kapal penangkap ikan dalam mengoperasikan aplikasi e-Pas Kecil di wilayah kerja KSOP Kelas I Balikpapan serta menganalisis efektivitas solusi yang diimplementasikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap nelayan pemilik kapal, staf Dinas Perikanan Kota Balikpapan, dan petugas KSOP. Hasil penelitian mendeteksi tiga kendala utama: rendahnya tingkat literasi digital para nelayan, keterbatasan kepemilikan gawai pintar (hardware) yang memadai, serta minimnya penetrasi jaringan internet yang stabil di kawasan pesisir terpencil. Sebagai wujud resolusi, langkah kolaboratif berupa pembukaan "Gerai e-Pas Kecil" atas kerja sama terpadu antara KSOP Kelas I Balikpapan dan Dinas Perikanan terbukti mampu menjadi solusi konkret dalam melakukan asistensi langsung dan meningkatkan partisipasi hukum nelayan secara signifikan.
Copyrights © 2026