Logistik maritim memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk di negara kepulauan. Penelitian ini menganalisis dampak insiden tubrukan kapal MV Ibrahim Zahier dengan TB Alfine Marine 13 terhadap kegiatan operasional PT Pupuk Indonesia Logistik. Insiden terjadi di perairan Tanjung Buyut ketika MV Ibrahim Zahier menunggu antrean masuk ke jetty untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak kapal, petugas operasional perusahaan, dan pihak pelabuhan, serta studi dokumentasi atas kerusakan kapal, kerugian muatan, dan proses penanganan insiden. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden tubrukan berdampak pada tiga dimensi utama. Pertama, jadwal bongkar muat dan pengiriman pupuk terganggu karena kapal harus menjalani pemeriksaan keselamatan, investigasi, dan perbaikan. Kedua, kerusakan lambung dan kebocoran palka menyebabkan sebagian muatan pupuk urea terkontaminasi air laut sehingga terjadi penurunan kualitas dan kerugian muatan. Ketiga, insiden menimbulkan dampak tidak langsung terhadap koordinasi, kepuasan pelanggan, dan kepercayaan pelanggan karena komitmen distribusi tidak dapat dipenuhi sesuai rencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tubrukan kapal dalam logistik pupuk tidak hanya merupakan persoalan teknis, tetapi juga risiko operasional yang memengaruhi keandalan rantai pasok. Penguatan kesiapan navigasi, pengendalian kelelahan awak kapal, koordinasi darurat, perlindungan muatan, dan evaluasi pascainsiden perlu dilakukan untuk mencegah gangguan serupa di masa mendatang.