Artikel ini menganalisis efektivitas framing media daring terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam memengaruhi persepsi dan partisipasi masyarakat. Latar belakang dalam artikel ini memicu pada kontransnya narasi media, mulai dari apresiasi dampak sosial-ekonomi hingga kritik atas risiko keracunan dan lonjakan anggaran yang berpotensi membelah opini publik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif empat artikel dari media pro (detik.News) dan kontra (ugm.ac.id serta dpr.go.id) dianalisis menggunakan teori framing Robert N. Entman. Perangkat analisis mencakup define problem, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, lalu diolah via kategorisasi narasi, komparasi, serta triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pro membingkai MBG sebagai solusi nyata yang menguatkan legitimasi pemerintah, sehingga memicu partisipasi publik yang cenderung pasif-konsumtif. Sebaliknya, media kontra menyoroti risiko operasional dan anggaran yang mengarahkan masyarakat pada pengawasan kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas framing MBG sangat bergantung pada keseimbangan antara narasi apresiatif dan kritis guna mendorong partisipasi aktif serta menjadmin akuntabilitas program.
Copyrights © 2026