Penetapan kadar merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu obat untuk memastikan kandungan zat aktif sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV. Metode yang digunakan adalah titrasi balik (back titration), yaitu sampel direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 N berlebih dan dipanaskan hingga terjadi hidrolisis sempurna. Sisa NaOH kemudian dititrasi menggunakan larutan asam klorida (HCl) 0,1 N yang telah distandarisasi dengan indikator fenolftalein. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume titrasi blanko sebesar 25,00 mL dan volume titrasi sampel sebesar 19,46 mL, sehingga diperoleh selisih volume titran sebesar 5,54 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asetosal sebesar 109,1 mg/tablet dengan persentase kadar terhadap etiket sebesar 109,1%. Nilai tersebut masih berada dalam rentang persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV, yaitu 90,0–110,0% dari kadar yang tertera pada etiket, sehingga sampel tablet dinyatakan memenuhi persyaratan mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk penetapan kadar asetosal dalam sediaan tablet dengan tingkat ketelitian yang baik apabila seluruh tahapan analisis, mulai dari penimbangan sampel, proses hidrolisis, titrasi balik, hingga perhitungan kadar dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur.
Copyrights © 2026