Fenomena tribalisme politik yang semakin kuat dalam dinamika politik global maupun nasional menimbulkan tantangan serius bagi praktik kewarganegaraan. Identitas kelompok sering kali lebih dominan dibandingkan rasionalitas politik, sehingga berpotensi melemahkan kohesi sosial dan kualitas demokrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi ilmiah mengenai tribalisme politik dan kewarganegaraan pada periode 2011–2025 dengan menggunakan pendekatan analisis bibliometrik berbasis database Scopus. Data penelitian terdiri dari 117 artikel jurnal yang dianalisis menggunakan R Studio. Hasil menunjukkan bahwa diskursus didominasi oleh tema citizenship, identity politics, nationalism, dan human rights yang berakar pada kerangka normatif-demokratis berbasis negara-bangsa. Namun demikian, munculnya tema digital activism, youth engagement, dan civic participation sebagai area berkembang menandakan pergeseran menuju bentuk kewarganegaraan yang lebih terdigitalisasi dan transnasional. Rendahnya kolaborasi internasional serta konsentrasi geografis publikasi mengindikasikan fragmentasi epistemik dalam bidang ini. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa diskursus tribalisme politik sedang mengalami transisi dari paradigma kewarganegaraan teritorial menuju kewarganegaraan berbasis jaringan dalam konteks polarisasi global.
Copyrights © 2026