Perkembangan teknologi digital pascapandemi mendorong penggunaan media pembelajaran inovatif di sekolah, termasuk dalam mendukung pendidikan inklusif. Namun, rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap disabilitas masih menjadi kendala, yang berpotensi menimbulkan sikap diskriminatif. Hasil analisis kebutuhan di kelas IV SDN Bintara Jaya 1 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki disability awareness yang rendah serta membutuhkan media pembelajaran berbasis cerita digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital storytelling berbasis disability awareness pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Hasil validasi menunjukkan bahwa media berada pada kategori sangat layak dengan persentase dari ahli media 92%, ahli materi 95% dan 92%, serta ahli bahasa 98%. Uji coba kepada siswa pada tahap one to one, small group, dan field test juga menunjukkan kategori sangat layak dengan persentase masing-masing 96%, 92%, dan 95%. Dengan demikian, media digital storytelling yang dikembangkan efektif, menarik, dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran inklusif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap disabilitas.
Copyrights © 2026