ABSTRACT This study aims to analyze cognitive load and the application of scaffolding in heterogeneous learning at Community Learning Centers (PKBM) from a social constructivist perspective. The study was motivated by the learning conditions at PKBM, which involve students in Programs A, B, and C with diverse abilities, yet still employ a uniform, tutor-centered teaching approach. This study employs a qualitative approach using a case study design through direct observation of the learning process and field notes. Data were analyzed descriptively by relating field findings to cognitive load theory and the concept of scaffolding. The results indicate that a uniform instructional design leads to a mismatch between students’ ability levels and the complexity of the material. Students with low ability experienced cognitive overload due to difficulty understanding the material, while students with high ability experienced underload because the material was considered too easy. Additionally, the dominance of lecture methods and the lack of variety in learning media led to low student engagement in the learning process. The study also found that the application of scaffolding was not yet optimal, so students did not receive learning assistance appropriate to the Zone of Proximal Development (ZPD). Therefore, it is necessary to implement differentiated instruction, use interactive digital media, and employ gradual scaffolding strategies to create a more adaptive and effective learning experience in the context of heterogeneous learning at PKBM. Keywords: Heterogeneous learning, cognitive load, scaffolding, social constructivism, PKBM. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kognitif (cognitive load) dan penerapan scaffolding dalam pembelajaran heterogen di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berdasarkan perspektif konstruktivisme sosial. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran di PKBM yang melibatkan peserta didik Paket A, B, dan C dengan kemampuan yang beragam, namun masih menggunakan pembelajaran yang seragam dan berpusat pada tutor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan pencatatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengaitkan temuan lapangan terhadap teori cognitive load dan konsep scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang seragam menyebabkan ketidaksesuaian antara tingkat kemampuan peserta didik dan kompleksitas materi. Peserta didik dengan kemampuan rendah mengalami cognitive overload karena kesulitan memahami materi, sedangkan peserta didik dengan kemampuan tinggi mengalami underload akibat materi yang dianggap terlalu mudah. Selain itu, dominasi metode ceramah dan penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif menyebabkan rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Penelitian juga menemukan bahwa penerapan scaffolding belum optimal sehingga peserta didik belum memperoleh bantuan belajar yang sesuai dengan Zone of Proximal Development (ZPD). Oleh karena itu, diperlukan penerapan pembelajaran diferensiasi, penggunaan media digital interaktif, dan strategi scaffolding bertahap untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan efektif dalam konteks pembelajaran heterogen di PKBM. Kata Kunci: Pembelajaran heterogen, cognitive load, scaffolding, konstruktivisme sosial, PKBM.
Copyrights © 2026