Masa remaja merupakan periode transisi kritis yang ditandai dengan fluktuasi emosi dan pencarian identitas, sehingga rentan terhadap berbagai problematika perkembangan emosional jika tidak didukung oleh lingkungan yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika perkembangan emosional remaja ditinjau dari peran komunikasi keluarga melalui metode literature review. Dengan menganalisis 8 artikel ilmiah terpilih dari rentang tahun 2022 hingga 2026, ditemukan bahwa pola komunikasi keluarga berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan, kematangan, dan regulasi emosi remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan suportif mampu meningkatkan resiliensi serta kestabilan emosi remaja, sementara komunikasi yang tidak efektif seperti pada keluarga disfungsional atau broken home menjadi pemicu utama munculnya kecemasan, depresi, dan kesulitan kontrol diri. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas interaksi di dalam keluarga merupakan instrumen krusial dalam meminimalisir gangguan mental emosional dan mendukung kematangan psikologis remaja secara optimal.
Copyrights © 2026