Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan anak tunarungu ringan dalam pendidikan inklusif melalui observasi dan wawancara di SLB Muzdalifah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak tunarungu ringan mengalami peningkatan pada aspek komunikasi, interaksi sosial, dan kepercayaan diri. Anak mulai mampu merespons komunikasi dengan lebih baik, berani menyampaikan keinginannya, serta mulai aktif dalam kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial di sekolah. Faktor yang mendukung perkembangan anak meliputi penggunaan media visual, terapi wicara, strategi pembelajaran yang adaptif, serta dukungan dari keluarga dan guru. Kendala yang ditemukan yaitu anak masih mengalami kesulitan mempertahankan fokus ketika lingkungan belajar terlalu ramai. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama antara sekolah dan keluarga sangat penting dalam mendukung perkembangan anak tunarungu ringan dalam pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026