Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang
Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release

MELAMPAUI TEKS DAN TRADISI: KRITIK POSTMODERNISME TERHADAP FORMALISME AGAMA DALAM PEMIKIRAN JACQUES DERRIDA DAN RICHARD RORTY

Ibrahim Hasan Ray (UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2026

Abstract

This study aims to analyze the postmodernist critique of religious formalism through a synthesis of Jacques Derrida’s and Richard Rorty’s thoughts. Using the library research method, it examines primary texts to address three main questions: how Derrida’s deconstruction dismantles religious logocentrism; to what extent Rorty’s pragmatism shifts the focus from metaphysical truth to practical solidarity; and how their synthesis forms a humanistic postmodern religious model. Findings indicate that Derrida’s deconstruction strips away claims of a single textual meaning through differance, while Rorty’s pragmatism positions religion as a cultural tool to create social peace and alleviate human suffering in the public sphere. In conclusion, transcending traditional formalism represents a form of spiritual maturity that prioritizes the essence of justice over rigid doctrine. This synthesis offers a scholarly contribution in the form of an inclusive religious model that measures piety through the depth of human solidarity rather than mere dogmatic accuracy. Abstrak: Penulisan ini bertujuan menganalisis kritik postmodernisme terhadap formalisme agama melalui sintesis pemikiran Jacques Derrida dan Richard Rorty. Menggunakan metode library research (studi pustaka), Penulisan ini mengkaji teks primer untuk menjawab tiga pertanyaan utama: bagaimana dekonstruksi Derrida membongkar logosentrisme teks agama; sejauh mana pragmatisme Rorty mengalihkan fokus dari kebenaran metafisik menuju solidaritas praktis; serta bagaimana sintesis keduanya membentuk model agama postmodern yang humanis. Hasil Penulisan menunjukkan bahwa dekonstruksi Derrida melucuti klaim makna tunggal teks melalui konsep differance, sementara pragmatisme Rorty memfungsikan agama sebagai alat budaya untuk menciptakan perdamaian sosial dan meredam penderitaan manusia di ruang publik. Simpulannya, melampaui formalisme tradisi merupakan bentuk pendewasaan spiritual yang mengedepankan esensi keadilan di atas doktrin kaku. Sintesis ini menawarkan kontribusi keilmuan berupa rekonstruksi model keberagamaan inklusif, di mana standar kesalehan tidak lagi diukur dari ketepatan dogmatis, melainkan dari kedalaman solidaritas kemanusiaan yang melampaui sekat tradisi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

didaktik

Publisher

Subject

Education

Description

Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang adalah salah satu jurnal yang dterbitkan oleh STKIP Subang, jurnal ini mempunyai bidang cakupan yaitu Penelitian Pendidikan. Terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang melalui proses review oleh dua ...