Perundungan (bullying) di tingkat sekolah dasar menjadi ancaman serius bagi perkembangan psikologis, akademik, dan sosial anak. Penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas implementasi terapi sastra (biblioterapi) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal masyarakat Bugis, yaitu Trilogi Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, dalam memperkuat karakter antiperundungan siswa sekolah dasar di Kabupaten Barru. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas V salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Barru yang memiliki tingkat kerentanan konflik interpersonal tinggi. Teknik pengumpulan data komprehensif melibatkan observasi, wawancara, angket skala perilaku perundungan, serta analisis portofolio refleksi sastra siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam ranah emosional dan perilaku sosial siswa. Terjadi penurunan drastis insiden perundungan verbal sebesar 74% dan perundungan relasional sebesar 68% pada akhir siklus II. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa terapi sastra berbasis trilogi kearifan lokal sangat efektif sebagai pendekatan restoratif-humanis untuk menekan angka perundungan anak di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026