Abstrak Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan salah satu instrumen kebijakan perlindungan sosial yang berperan penting dalam membantu masyarakat miskin dan kelompok rentan memenuhi kebutuhan dasar. Pelaksanaan BLT memerlukan tata kelola yang baik guna menjamin ketepatan sasaran, efektivitas program, serta penggunaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi dua prinsip utama yang menentukan kualitas tata kelola bantuan sosial dalam kerangka good governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola BLT, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan model tata kelola yang relevan dengan perkembangan transformasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Systematic Literature Review (SLR). Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks pada Google Scholar, Garuda, dan SINTA selama periode 2020-2025. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan informasi, kepercayaan publik, dan pengawasan masyarakat. Akuntabilitas berperan dalam memperkuat pertanggungjawaban administrasi, efektivitas pelaporan, serta legitimasi kebijakan bantuan sosial. Tantangan utama tata kelola BLT meliputi ketidakakuratan data penerima manfaat, keterbatasan kapasitas aparatur, kesenjangan digital, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model Transparent and Accountable Cash Transfer Governance (TACTG) yang mengintegrasikan transparansi informasi, akuntabilitas administratif, digitalisasi pelayanan, partisipasi masyarakat, pengawasan multiaktor, dan evaluasi berkelanjutan sebagai kerangka tata kelola BLT yang adaptif, transparan, dan akuntabel.
Copyrights © 2026