Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB BAPAK TERHADAP BIAYA PEMELIHARAAN ANAK DAN MANTAN ISTERI SETELAH PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SAMBAS NOMOR 28/PDT.G/2018/PN SAMBAS NIM. A1011161215, NASSA LEMBAYUNG DAMERIA
Jurnal Fatwa Hukum Vol 4, No 1 (2021): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan skripsi ini membahas tentang Pelaksanaan Tanggung Jawab Bapak Terhadap Biaya Pemeliharaan Anak dan Mantan Isteri Setelahan Putusan Pengadilan Negeri Sambas Nomor 28/Pdt.G/2018/PN Sambas. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tanggungjawab orang tua terutama bapak kepada anak dan mantan isteri setelah putusan pengadilan dalam perkara perceraian, selain itu juga membahas dan menganalisis faktor yang menghambat proses pelaksanaan tanggungjawab bapak kepada anak dan mantan isteri termasuk implementasinya serta membahas dan menganalisis mengenai akibat hukumnya dalam hal pemberian nafkah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian secara empiris dengan menggunakan pendekatan secara deskriptif dan dianalisis dengan data kualitatif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan kondisi sesungguhnya mengenai pelaksanaan pemberian nafkah oleh bapak kepada mantan isteri setelah putusan Pengadilan.Suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan oleh hukum agamanya masing-masing dengan harapan untuk membentuk keluarga yang bahagia, kekal dan abadi sebagaimana tujuan dari perkawinan. Dalam kehidupan berumah tangga seringkali timbul permasalahan yang berkaibat padaretaknya hubungan suami isteri yang berujung pada perceraian. Dalam hal terjadi perceraian, baik bapak atau ibunya tetap berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak termasuk mendidik, merawat, dan membesarkan serta memberikan penghidupan yang layak sebagaimana anak pada umumnya. Namun tidak menutup kemungkinan tanggungjawab kedua orang tua dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seperti halnya pemberian nafkah setelah putusnya perkawinan dalam Perkara Nomor 28/Pdt.G/2018/PN Sambas bahwasannya Hakim telah memberikan amar putusan tentang pembebanan biaya nafkah kepada anak dan mantan isteri yang wajib diberikan oleh mantan suami. Namun yang terjadi adalah mantan suami tidak melaksanakan putusan tersebut secara sukarela disebabkan karena terdapat kebutuhan yang lainnya serta disebabkan karena pendapatan yang tidak menentu sehingga tidak mampu menjalankan putusan Pengadilan.Dengan tidak dipenuhinya kewajiban pemberian nafkah sebagaimana mestinya, tentu menimbulkan akibat yang baru bagi mantan isteri dalam hal merawat dan membesarkan anak. Oleh karena itu langkah hukum yang dapat ditempuh oleh mantan isteri agar hak-haknya terpenuhi adalah dengan cara mengajukan permohonan eksekusi yang diajukan melalui Pengadilan.  Kata Kunci : Perkawinan, Perceraian, Anak, Tanggungjawab, Nafkah
MEMANGUN GAME 3D SIDE SCROLL DAN MENERAPKAN MODEL BEHAVIOR TREEPADA NPC ENEMY DALAM GAME “MAVERICK” Heny Pratiwi; Pajar Pahrudin; M Yuditia Arfiyanto T Nassa
Jurnal Informatika Wicida Vol 10 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.297 KB) | DOI: 10.46984/inf-wcd.1825

Abstract

Untuk menjadikan Game dapat menarik maka perlu dikembangkan Non Player Character (NPC) yang mempunyai kemampuan seperti manusia, AI (artificial intelligent) yaitu kecerdasan buatan yang dibuat untuk dapat memberikan kesan pada npc yang terlihat lebih alami dan berprilaku mirip manusia, baik npc tersebut adalah tokoh sampingan yang membantu pemain dalam progres cerita atau sebagai musuh yang harus di kalahkan pemain. Behavior tree adalah sebuah cara yang terstruktur dalam pengalihan tugas pada autonom agent atau AIseperti robot atau virtual entity dalam game komputer (npc). Behavior Tree adalah cara yang sangat efisien dalam membangun sistem kompleks yang modular dan reaktif. Hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya game side scrolling yang memnpunyai grapik 3 dimensi. Dalam game terdapat non-playable character (NPC) yang menggunakan behavior tree yang mengontrol prilaku npc tersebut. Perilaku npc tersebut akan bereaksi terhadap aksi yang dilakukan oleh pemain dalam game.
Analisis Kinerja Lembaga Penyelenggara Pelayanan Sosial dalam Pembinaan Anak Penyandang Tunagrahita Terlantar di Kampung Anak Negeri Kota Surabaya Nassa Yulinda Sari; Sri Wahyuni
Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi Volume 26 Nomor 1
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/aamama.v26i1.142

Abstract

The Surabaya City Government through the Social Service, formed the UPTD Kampung Anak Negeri, listed in Surabaya Mayor Regulation Number 119 of 2021 concerning the Formation and Organizational Structure of the Technical Implementation Unit for the Kampung Anak Negeri Service at the Surabaya City Social Service. The aim of the study was to analyze and find out the supporting and inhibiting factors for the performance of social service delivery institutions in fostering abandoned mentally retarded children at UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya City. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Theory uses guidelines in compiling performance reports, State Administration Institutions (LAN, 2018). The results of the research show that the (input) is adequate in terms of human resource needs, sources of budget allocations and policies or Standard Operating Procedures, but in ideal ratio, comparisons do not yet have a reference. (output) is already visible in the provision of skills. (outcome) has fulfilled physical and non-physical needs, but education has not been given and there is an increase in potential with the work of neglected mentally retarded children. (benefits) realizing independence in daily activities and long-term benefits, that is, if a mentally retarded child still has a family, they will be sent home. (positive impact) can be seen that there is an increase in enthusiasm for learning for neglected children with mental retardation, while the negative impact is that there are abandoned children with mental retardation who do not want to be reunified with their family.
STUDI TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 OLEH GURU MATA PELAJARAN PPKn DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 KUPANG Daud Nassa; Mientje Oedjoe; Andy Sogen
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, kendala-kendala yang dihadapi dan upaya penanggulangan kendala oleh guru mata pelajaran PPKn pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Kupang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari tiga guru dan tiga siswa melalui wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan guru melaksanakan implementasi perencanaan pembelajaran langsung menganalisis perancangan RPP dan tidak didahului dengan analisis keterkaitan SKL, KI, KD dan penilaian. Guru sudah mengimplementasikan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah saintifik namun secara subtantif materi yang disampaikan terbatas pada buku siswa, media juga terbatas pada yang tercantum di buku siswa, guru lebih dominan dalam menjawab pertanyaan siswa dan sebagian kecil siswa yang aktif dan waktu tidak cukup. Penilaian sudah dilakukan secara baik melalui sikap, pengetahuan dan keterampilan namun jumlah siswa banyak sehingga guru sulit mengamati sikap dan memberi penilaian, pada penilaian pengetahuan ada siswa yang tidak tuntas diberikan remedial berupa PR, penilaian keterampilan guru menilai siswa masih terbatas pada keterampilan berdiskusi dengan memilih beberapa indikator dari indikator keterampilan. Kendala yang dihadapi guru adalah: pemahaman guru belum utuh tentang perencanaan, pelaksanaan dan penilaian, buku sumber masih terbatas, format penilaian terlalu banyak, internet belum ada, siswa belum terbiasa belajar dengan pendekatan saintifik, siswa masih malu bertanya dan menjawab pertanyaan. Upaya guru mengatasi kendala dengan bertanya kepada teman guru dan instruktur, mencaritau lewat internet, melapor Kepala Sekolah untuk pengadaan buku dan fasilitas terutama internet serta pelatihan guru lebih baik lagi tentang Kurikulum 2013 dan IT serta jumlah siswa pada rombel perlu di rasionalkan sesuai regulasi.
Tinjauan Tentang Kampus Merdeka Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia Daud Yefkanius Nassa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5977

Abstract

Abstrak Kebijakan yang dibuat oleh Mendikbud Nadiem Makarim yang bernama Kebijakan Kampus Merdeka menyebabkan beberapa pro dan kontra dikalangan masyarakat khususnya guru-guru dan juga para Mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan alasan yang kongkrit dari tanggapan “para insan perguruan tinggi untuk menanggapi permasalahan kebijakan baru yang dibuat oleh Mendikbud sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur atau studi kepustakaan agar dapat menemukan permasalahan masyarakat yang dihadapi saat ini dalam permasalahan kebijakan tersebut secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan banyak masyarakat kontra dengan kebijakan tersebut, yaitu didalam buku “kritik Kampus Merdeka “ menurut Putu Ariawantara bahwa beliau mengkhawatirkan terhadap kebijkan baru yang berbunyi“ kebebasan mahasiswa untuk belajar diluar prodi“ beliau beranggapan bahwa ada beberapa permasalahan besar yang beliau temui. yaitu akan ada kesulitan yang luar biasa dalam penanganan administrasi mahasiswa yang pindah – pindah dari satu prodi ke prodi lainnya. dengan beberapa penyebab tersebut. kami telah menemukan sebuah solusi untuk memecah permasalahan tersebut, yaitu dengan cara kita sebagai masyarakat sebaiknya mengikuti atau menjalankan dulu kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Mendikbud sambil melihat sisi positif maupun negatif dari hasil kebijakan pemerintah tersebut. Kata Kunci: Kampus Merdeka, Hak Asasi Manusia
Improving students' critical thinking skills using e-modules-contextual teaching and learning (CTL) on the interaction of living organisms with their environment Amrilizia, Nassa; Habiddin, Habiddin; Marsuki, Muhammad Fajar
Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um072v3i22022p65-82

Abstract

The ability to think critically is one of the 21st-century skills that students should master. Previous studies and international surveys such as PISA showed that the profile of Indonesian students' critical thinking skills is insufficient. This study developed e-modules based on Contextual Teaching and Learning (CTL) on the interaction of living organisms with their environment. The e-module was declared very feasible regarding its content, technological and assessment tools with 86.92%, 86.33%, and 93.5%, respectively. The readability test results by teachers and students were categorised as very feasible with 89,66 % and 88.08% percentages. The e-module was also tested empirically and demonstrated an improvement in students' understanding of the topic. The statistical procedures confirmed it, including the paired-sample t-test and the N-gain analysis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA LAWANG URU DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRIALISASI Susanto, Deri; Liliyantie, Liliyantie; Inriani, Eva; Netanyahu, Kurniawan; Sampurna Raja, Daido Tri; Garuda, Nasa; Nisapingka, Diren; Ariyani, Arisna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.52915

Abstract

Era industrialisasi telah mengubah pola ekonomi di banyak daerah, mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal. Meskipun membawa dampak positif seperti peningkatan kesejahteraan, industrialisasi juga membawa risiko bagi pembangunan berkelanjutan dan lingkungan. Pengabdian Kepada Masyakat ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memperoleh sumber dari wawancara kepada aparatur pemerintahan desa dan masyarakat desa baik secara internal ataupun melalui kegiatan forum group discussion (fgd). Pengabdian Kepada Masyakat tersebut menunjukkan pentingnya pemberdayaan masyarakat desa dalam menghadapi industrialisasi. Namun, dengan berdasarkan temuan dilapangan bahwa diperlukan adanya pembentukan modal sosial di Desa Lawang Uru. Oleh karena itu langkah pertama yang harus dilaksanakan adanya dengan membentuk modal sosial di Desa Lawang Uru. Kesimpulan dari Pengabdian Kepada Masyakat ini adalah program pemberdayaan di desa ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan terutama di era industrialisasi. Namun, keberadaan modal sosial menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program pemberdayaan masyarakat dalam sebuah daerah termasuk di Desa Lawang Uru. The era of industrialization has transformed economic dynamics in numerous regions, impacting local communities. While it brings about positive outcomes like increased welfare, industrialization also poses risks to sustainable development and the environment. This study adopts a qualitative approach, drawing from interviews with village government officials and community members, as well as through forum group discussions (FGDs). It underscores the significance of empowering village communities to confront industrialization. However, field findings highlight the imperative need for building social capital in Lawang Uru Village. Therefore, the initial step to undertake is the establishment of social capital in Lawang Uru Village. The research concludes that the empowerment program in this village aims to harness the potential of natural and human resources to enhance community welfare sustainably, particularly in the industrialization era. Nonetheless, the presence of social capital stands as a pivotal determinant for the success of community empowerment initiatives in any locale, including Lawang Uru Village.
Biblical wisdom: rethinking Christian education according to Proverbs 1:2-7 and its relationship with national education philosophy Nassa, Grace Son; Latuihamallo, Yulianus
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/jupak.v3i2.130

Abstract

The purpose of this study is to discover the significance of biblical wisdom according to Proverbs 1:2-7 in Christian education and to use it as a point of view when highlighting the national education philosophy, as well as to see whether the nature of the two complement each other or sharpen each other when they meet? The method used was a combination of theological interpretation of Proverbs 1:2-7 and a synchronic perspective on the philosophy of the national education motto. This research found that Christian education has two sides when it meets the philosophy of the national education motto. First, Christian education remains based and aims at biblical wisdom, next, it can be open to the philosophy of the motto but applies analytical rigor and criticality.
Teokrasi dalam Kitab Daniel sebagai Rujukan Prinsip Ketaatan pada Keputusan Pemerintah Eksekutif Nassa, Grace Son
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v2i2.29

Abstract

Abstract: This research aims to analyze and expose the theocracy in the book of Daniel, then use it as a reference for the principle of obedience to the executive government towards a decision on the proposed change in the nomenclature of Isa Almasih to Jesus Christ. Because there is very little or no research that links the theocracy of the book of Daniel with the issue of changing the nomenclature of Isa Almasih to Jesus Christ. The method used is content analysis. Thus, the book of Daniel will be analyzed, especially the theme of theocracy in it and then the pattern of theocracy will be constructed based on the findings. The pattern is then used as a principle of obedience to the government's decision regarding the proposed change in the nomenclature of Isa Almasih to Jesus Christ. As a result, the theocracy building constructed from the book of Daniel has effectiveness for His chosen people personally and communally, which has an apocalyptic dimension and is strongly tied to eschatological expectations. This cannot be separated from the Jewish tradition that is closely related to theocracy. This research can enrich the discourse on theocracy for Christians in particular through the perspective of the book of Daniel and can be used as a principle of obedience to the executive government's decision on a decision.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengekspos teokrasi dalam kitab Daniel, lalu dijadikan sebagai rujukan prinsip ketaatan pada pemerintah eksekutif terhadap sebuah keputusan tentang usulan perubahan nomenklatur Isa Almasih menjadi Yesus Kristus. Sebab sangat sedikit bahkan belum ada penelitian yang mengaitkan teokrasi kitab Daniel dengan masalah perubahan nomenklatur Isa Almasih menjadi Yesus Kristus. Metode yang digunakan adalah analisis konten. Dengan demikian, kitab Daniel akan dianalisis khususnya tema teokrasi yang ada di dalamnya lalu dikonstruksi pola teokrasi berdasarkan hasil temuan tersebut. Pola itu kemudian dijadikan sebagai prinsip ketaatan pada keputusan pemerintah terkait usulan perubahan nomenklatur Isa Almasih menjadi Yesus Kristus. Hasilnya, bangunan teokrasi yang dikonstruksi dari kitab Daniel memiliki keefektifan bagi umat pilihan-Nya secara personal maupun komunal, yang memiliki dimensi apokaliptik dan terikat kuat dengan harapan eskatologis. Hal itu tidak lepas dari tradisi Yahudi yang berkait erat dengan teokrasi. Penelitian ini dapat memperkaya wacana tentang teokrasi bagi umat Kristen khususnya melalui perspektif kitab Daniel dan dapat dijadikan sebagai prinsip ketaatan terhadap keputusan pemerintah eksekutif tentang suatu keputusan
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) dengan Strategi Diferensiasi Melalui Metode Lesson Study pada Topik Bumi dan Tata Surya Nassa Amrilizia; Nurul Kusuma Dewi; Susi Ratnawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model Project Based Learning (PjBL) dengan strategi diferensiasi. Strategi diferensiasi yang digunakan meliputi diferensiasi proses, konten dan produk sesuai dengan pengelompokan gaya belajar (visual, audiotori dan kinestetik). Penulisan artikel ini merupakan hasil Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTK Kolaboratif) antara mahasiswa, dosen dan praktisi lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran di SMPN 11 Madiun menggunakan tahapan lesson study yaitu plan, do see. Hasil belajar siswa dalam siklus I menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 45,8% dengan rata-rata 66,67 sehingga belum mencapai ketuntasan belajar yang optimal. Pada siklus II penelitian dilanjutkan berdasarkan perbaikan sesuai kritik dan saran sehingga ketuntasan klasikal yang diperoleh setelah pembelajaran meningkat menjadi 87.5% dengan rata-rata 84,16. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi model PjBL dengan strategi diferensiasi pada topik Bumi dan Tata Surya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.