Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah IPAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan tersebut pada siswa kelas V SD Negeri 09 Rangkang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Dari 26 siswa, terdapat 5 siswa (19,23%) berkategori tinggi, 7 siswa (26,92%)berkategori sedang, dan 14 siswa (53,85%) berkategori rendah. Siswa kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis menurut Ennis, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan dalam memberikan alasan, menarik kesimpulan, dan menjelaskan jawaban secara rinci. Faktor penghambat kemampuan berpikir kritis terdiri atas faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kurang percaya diri, keterbatasan pengalaman dalam menyelesaikan soal berbasis berpikir kritis, serta kesulitan memahami soal. Faktor eksternal meliputi pembelajaran yang masih berpusat pada guru, keterbatasan sumber belajar, dan ketergantungan siswa terhadap guru maupun buku paket. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026