Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Deep Learning Approach Berbasis Teknologi di SMAN 03 Bengkayang Candra Gudiato; Mira; Kusnanto
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol 2 No 02 (2026): Volume 02 Nomor 02 - Juni 2026
Publisher : TAM Global Insights

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang pedat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi, tidak hanya dalam penggunaan teknologi, tetapi juga dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan deep learning approach berbasis teknologi di SMA Negeri 03 Bengkayang. Deep learning dalam konteks pendidikan diimplementasikan melalui tiga prinsip dasar, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal, melainkan mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Kegiatan ini diaktualisasikan dengan sosialisasi Artificial Intelligence. Dalam sesi diskusi sosialisasi ini, siswa mengeksplorasi dan membandingkan jawaban dari tiga platform AI, yaitu ChatGPT, Meta AI dan Google Gemini, terhadap pertanyaan yang sama, kemudian mengevaluasi keakuratan, kedalaman dan relevansi masing – masing jawaban. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik setiap platform, di mana Chat GPT unggul dalam kedalaman dan struktur jawaban, Meta AI lebih ringkas, sementars Google Gemini lebih terintegrasi dengan sumber informasi terkini. Kegiatan ini menegaskan bahwa guru tetap memegang peran sentral sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa untuk menyaraing informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Diharapkan model pembelajaran ini dapat diadaptasi secara berkelanjutan oleh sekolah – sekolah di Kabupaten Bengkayang dalam menyiapkan generasi yang melek teknologi, sekaligus berpikir kritis di era digital.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN 03 BENGKAYANG Ayu; Kusnanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14480

Abstract

This study aimed to improve the learning outcomes of fifth grade students in Indonesian language subjects through the application of the Problem Based Learning (PBL) model at SDN 03 Bengkayang. This research used Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles, where each cycle included planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 34 fifth grade students consisting of 17 male students and 17 female students. Data collection techniques used in this study were observation, tests, and documentation. The results showed that the application of the Problem Based Learning model was able to improve students’ learning outcomes in Indonesian language learning. This improvement could be seen from the increase in the average score and classical learning completeness in each cycle. In the pre-cycle stage, the average student score was 51.5 with a learning completeness percentage of 26.47%. In Cycle I, the average score increased to 59.85 with a completeness percentage of 41.18%. Furthermore, in Cycle II, the average score increased to 75.14 with a completeness percentage of 82.35%. In addition, students’ learning activities also increased during the learning process. Therefore, the Problem Based Learning model can be used as an effective learning alternative to improve Indonesian language learning outcomes in elementary schools.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH IPAS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 09 RANGKANG Rosi Muliana; Kusnanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah IPAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan tersebut pada siswa kelas V SD Negeri 09 Rangkang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Dari 26 siswa, terdapat 5 siswa (19,23%) berkategori tinggi, 7 siswa (26,92%)berkategori sedang, dan 14 siswa (53,85%) berkategori rendah. Siswa kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis menurut Ennis, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan dalam memberikan alasan, menarik kesimpulan, dan menjelaskan jawaban secara rinci. Faktor penghambat kemampuan berpikir kritis terdiri atas faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kurang percaya diri, keterbatasan pengalaman dalam menyelesaikan soal berbasis berpikir kritis, serta kesulitan memahami soal. Faktor eksternal meliputi pembelajaran yang masih berpusat pada guru, keterbatasan sumber belajar, dan ketergantungan siswa terhadap guru maupun buku paket. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SDN 13 TRANS RANGKANG Yulianti Yulianti; Kusnanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16811

Abstract

This classroom action research aimed to improve fifth-grade students’ learning outcomes in Pancasila Education through the Jigsaw cooperative learning model. The study was conducted at SDN 13 Trans Rangkang involving 27 students. Data were collected through observation and learning achievement tests. The research was implemented in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Initial findings showed low learning outcomes with an average score of 61.63 and only 30% of students achieving mastery. The implementation of the Jigsaw model increased student participation, collaboration, and understanding of learning materials. The findings indicate that the Jigsaw cooperative learning model can improve students’ learning outcomes in Pancasila Education.
ANALISIS PENERAPAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP MANDIRI SISWA KELAS V SDN 01 BENGKAYANG Vili Keristina; Kusnanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16843

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Pancasila Education in fostering independent attitudes among fifth-grade students at SDN 01 Bengkayang. A descriptive qualitative method was used with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that Pancasila values are integrated through classroom learning, teacher role modeling, and school habituation activities. Students demonstrated independence through completing assignments, asking questions, and taking responsibility for learning tasks. However, several obstacles were identified, including low learning focus and dependence on others. The study concludes that Pancasila Education plays an important role in fostering students' independence.