Penelitian ini dilatar belakangi oleh kejadian kebocoran lambung yang dialami SPB Hexen Argo 002, kapal dengan masa operasional yang cukup panjang yang beroperasi di perairan Indonesia. Kebocoran yang terjadi menyebabkan peningkatan volume air pada tangki ballast secara bertahap, berpengaruh terhadap stabilitas dan keselamatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kebocoran lambung dan menganalisis upaya penanggulangan yang dilakukan awak kapal dibandingkan dengan prosedur standar internasional IMO MSC.1/Circ.1245. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap enam narasumber yang terlibat langsung dalam penanganan kebocoran, serta dokumentasi kondisi lambung kapal. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kebocoran adalah korosi pada pelat lambung yang diperparah oleh usia kapal yang sudah lebih dari 17 tahun. Upaya penanggulangan yang dilakukan awak kapal mencakup enam dari tujuh prosedur IMO MSC.1/Circ.1245, yaitu penilaian situasi, penutupan bukaan kedap air, identifikasi sumber kebocoran melalui inspeksi langsung ke ruang double bottom, penyeimbangan kapal, komunikasi dan koordinasi, serta pemantauan berkelanjutan. Satu prosedur terkait operasi pemompaan dilaksanakan sesuai pedoman namun menghadapi kendala kapasitas sehingga memerlukan penambahan pompa celup. Keberhasilan awak kapal mempertahankan kondisi kapal tetap terkendali selama lebih dari dua bulan membuktikan efektivitas koordinasi dan penerapan prosedur penanganan darurat yang dilakukan.
Copyrights © 2026