Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran seorang tokoh pluralis Islam yang sangat terkenal, yaitu Syekh Ibn ‘Arabi, dalam rangka mencari jalan keluar konflik antar agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Di Abad ke-21 ini, kerapkali kita menemukan konflik yang terjadi, entah itu konflik pribadi, ras, suku, kelompok, dan juga agama. Hal semacam itu tentu menimbulkan ketidaknyamanan dalam kita menjalani hidup. Pada penelitian ini penulis menjabarkan konsep ketuhanan dan konsep kesatuan dari seorang tokoh yang lahir pada Abad ke-12, tepatnya tahun 1165, yaitu Syeikh al-Akbar Ibn ‘Arabi. Menurut beliau perselisihan antar agama akan bisa diselesaikan apabila seluruh umat beragama memahami bahwa agama yang mereka jadikan alasan untuk berselisih satu sama lain itu sejatinya sama-sama berasal dari Tuhan yang Satu. Karena mereka sama-sama berasal dari Tuhan yang Satu, maka menyakiti keyakinan agama lain sama saja menyakiti keyakinan agamanya sendiri. Agama apapun itu namanya, seperti halnya di Indonesia ada Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu, kepercayaan lokal dan kepercayaan lainnya, secara substansial tujuannya adalah Sama, yaitu untuk membawa manusia kepada jalan kebenaran, kebaikan, dan kebijaksanaan. Oleh karena itu tidak sepatutnya sesama manusia yang hakikatnya sama-sama menyembah pada Tuhan yang Sama, saling konflik satu sama lainnya.