Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Importance of Lifeboat Winch Maintenance for the Safety of Crew and Passengers on the KM Sultan Hasanuddin Training Ship Winarno; Rahman, Fajrur; Muhlisin; Girikallo, Adrianus; Kasim, Setiawan; Noegraha, Andi Dirga
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 5, Issue 1, 2026
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.vi.47793

Abstract

The main objective of this study is to evaluate the effectiveness of the lifeboat winch maintenance program and identify internal and external factors that affect its implementation. The research method used a qualitative descriptive approach through observation of the physical condition of the equipment, interviews with the crew, and review of logbooks. The results of the study show that the lifeboat winch maintenance program on KM Sultan Hasanuddin is not yet effective. The condition of the equipment shows degradation, such as rust on the wire rope and blurred nameplates, while the Planned Maintenance System (PMS) documentation is not available. Safety drills are conducted, but passenger involvement is not guaranteed, thereby reducing collective preparedness. Internal factors that influence this include the competence of the crew, the availability of spare parts, the consistency of the maintenance schedule, and the safety culture. External factors include the corrosive marine environment, ship operator policies, budget constraints, and weak external supervision. The implications of these findings emphasize the need for the implementation of a documented PMS, consistent preventive maintenance, and integrated drills involving all parties on board. For maritime educational institutions, this research also serves as a basis for the development of practical learning modules on lifeboat winch maintenance to support the formation of a safety culture from an early stage.
Pencegahan Kebocoran Tangki Air Ballast di SPOB. Toto XIV Rachmat Tjhajanto; Siti Zulaikah; Eva Susanti; Fajrur Rahman
JURNAL VENUS Vol. 13 No. 2 (2025): September
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48192/vns.v13i2.808

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyebab dan penanggulangan kebocoran pada tangki ballast di atas kapal SPOB. TOTO XIV. Penelitian dilaksanakan selama 12 bulan 2 hari, terhitung sejak Januari 2022 hingga Januari 2023, dengan lokasi penelitian di atas kapal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif, yaitu metode yang bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam mengenai faktor-faktor penyebab kebocoran serta upaya pencegahan dan penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebocoran pada tangki ballast kapal disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kurangnya pengetahuan dan pengalaman anak buah kapal (ABK) dalam melakukan perawatan kapal, serta terbatasnya dana operasional perusahaan yang berdampak pada ketidakteraturan jadwal docking. Ketidakteraturan tersebut menyebabkan terjadinya korosi pada pelat tangki yang akhirnya menimbulkan kebocoran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya seleksi yang lebih ketat dalam perekrutan ABK, khususnya dalam hal kompetensi dan pengalaman terkait perawatan kapal. Selain itu, perusahaan pelayaran disarankan untuk memastikan pelaksanaan docking armada dilakukan secara teratur dan tepat waktu, guna mencegah kerusakan struktural yang dapat berakibat fatal terhadap keselamatan kapal.
Analisis Kepatuhan Pandu terhadap COLREGs dalam Operasional Kapal di Alur Sungai Mahakam Muh Nur Rahmad Caronge; Sukirno; Fajrur Rahman
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1583

Abstract

Sungai Mahakam merupakan jalur pelayaran strategis di Kalimantan Timur dengan karakteristik alur yamenantang, meliputi radius tikungan 40–60 meter, lebar 45–70 meter, kedalaman 4–8 meter, dan kecepatarus pasang surut mencapai 1,5 knot. Kondisi tersebut menimbulkan risiko kecelakaan yang signifikasebagaimana terbukti dalam insiden senggolan yang dialami KM Tonasa Line XIX dengan tongkang yang ditartugboat di alur sempit Sungai Mahakam pada 25 Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalipelaksanaan olah gerak KM Tonasa Line XIX di alur Sungai Mahakam serta faktor-faktor yamemengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data secatriangulasi sumber dan teknik, melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi catatan perjalankapal. Observasi dilakukan pada 24 sesi pemanduan selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025. Hapenelitian menunjukkan Aturan 5 (pengamatan) mencapai kepatuhan 100%, Aturan 14 (situasi berhadapa95,8%, Aturan 7, 8, 9, dan 13 masing-masing 83,3%, serta Aturan 6 (kecepatan aman) terendah sebe70,8%. Disimpulkan bahwa pengendalian kecepatan aman merupakan aspek paling kritis dalam pelaksanaolah gerak di alur ini. Kata Kunci: Olah Gerak Kapal; Alur Pelayaran Sempit; Sungai Mahakam; P2TL/COLREGs; KTonasa Line XIX
UPAYA MENANGGULANGI AIR MASUK KE DALAM TANGKI BALLAST AKIBAT KEBOCORAN LAMBUNG DI SPB HEXEN ARGO 002 Muh Rafli Raehan; Hadi Setiawan; Fajrur Rahman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17888

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kejadian kebocoran lambung yang dialami SPB Hexen Argo 002, kapal dengan masa operasional yang cukup panjang yang beroperasi di perairan Indonesia. Kebocoran yang terjadi menyebabkan peningkatan volume air pada tangki ballast secara bertahap, berpengaruh terhadap stabilitas dan keselamatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kebocoran lambung dan menganalisis upaya penanggulangan yang dilakukan awak kapal dibandingkan dengan prosedur standar internasional IMO MSC.1/Circ.1245. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap enam narasumber yang terlibat langsung dalam penanganan kebocoran, serta dokumentasi kondisi lambung kapal. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kebocoran adalah korosi pada pelat lambung yang diperparah oleh usia kapal yang sudah lebih dari 17 tahun. Upaya penanggulangan yang dilakukan awak kapal mencakup enam dari tujuh prosedur IMO MSC.1/Circ.1245, yaitu penilaian situasi, penutupan bukaan kedap air, identifikasi sumber kebocoran melalui inspeksi langsung ke ruang double bottom, penyeimbangan kapal, komunikasi dan koordinasi, serta pemantauan berkelanjutan. Satu prosedur terkait operasi pemompaan dilaksanakan sesuai pedoman namun menghadapi kendala kapasitas sehingga memerlukan penambahan pompa celup. Keberhasilan awak kapal mempertahankan kondisi kapal tetap terkendali selama lebih dari dua bulan membuktikan efektivitas koordinasi dan penerapan prosedur penanganan darurat yang dilakukan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SHIP CREW PROFESSIONALISM AND THE IMPROVMENT OF PASSENGER SATISFACTION ON KM. PANGRANGO Michelle Leony Seran; Faisal Saransi; Fajrur Rahman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55451

Abstract

This study aims to determine the relationship between ship crew professionalism and the improvement of passenger satisfaction on KM. Pangrango PT. PELNI. The research method used is quantitative with an explanatory approach. The research population is KM. Pangrango passengers with a sample of 350 respondents taken using accidental sampling technique. Data collection techniques used a Likert scale questionnaire. Data analysis was performed using simple linear regression with SPSS 25. The results showed that the research instrument was valid with r-count 0.681-0.782 > 0.105 and reliable with Cronbach's Alpha 0.913 for variable X and 0.904 for variable Y. The classical assumption test was met with normally distributed data Sig. 0.200, linear Sig. 0.000, and free from heteroscedasticity Sig. 0.305. The results of the regression analysis show that there is a positive and significant relationship between ship crew professionalism and the improvement of passenger satisfaction with a correlation coefficient value r=0.712, coefficient of determination R²=0.508, t-count=18.938 > t-table=1.967, and Sig. 0.000 < 0.05. This means that 50.8% of the improvement in passenger satisfaction is influenced by ship crew professionalism, while 49.2% is influenced by other factors. PT. PELNI is advised to maintain the professionalism of the ship crew and improve other service aspects.