Program peningkatan literasi melalui penulisan cerita rakyat di Kecamatan Alor telah menunjukkan trenpositif yang sangat signifikan dalam kurun waktu satu tahun. Keberhasilan ini tidak hanya diukur darilonjakan partisipasi siswa secara kuantitas, tetapi juga dari peningkatan kualitas karya yang dihasilkansecara substansial. Program ini membuktikan secara empiris bahwa menulis bukan sekadar aktivitasakademik di ruang kelas, melainkan instrumen vital dalam pembentukan karakter serta pelestarianidentitas budaya generasi muda. Melalui penggalian kembali narasi lisan, siswa belajar menghargai akarsejarah dan nilai-nilai luhur masyarakatnya. Keberhasilan transisi dari tahun 2024 ke 2025, yangditandai dengan berkurangnya hambatan psikologis seperti writing anxiety, kini menjadi fondasi kuatbagi keberlanjutan program literasi berbasis budaya di masa depan. Sinergi antara edukasi dankonservasi budaya ini menciptakan ruang kreatif bagi siswa untuk mengekspresikan jati diri. Denganhasil yang terus meningkat, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi model percontohan bagipengembangan literasi di wilayah lain yang mengandalkan kekayaan kearifan lokal sebagai materipembelajaran utama.
Copyrights © 2025