Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi antara struktur pasar dan posisi tawar petani pada daerah produksi jagung di wilayah non sentra, dengan studi kasus di Desa Warjabakti. Struktur pasar diukur menggunakan Concentration Ratio (CR4) dan Herfindahl-Hirschman Index (HHI), sedangkan posisi tawar petani dianalisis menggunakan Index Bargaining Power (IBP). Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dalam kerangka Structure–Conduct Performance (SCP) dan teori bargaining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar jagung di Desa Warjabakti tergolong sangat terkonsentrasi dengan nilai CR4 sebesar 0,97 dan HHI sebesar 0,32, yang mencerminkan karakter oligopsonistik dan dominasi pembeli dalam penentuan harga. Posisi tawar petani secara agregat berada pada kategori sedang dengan nilai IBP sebesar 0,665. Integrasi kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi pasar terhadap posisi tawar bersifat parsial dan multidimensional. Tekanan struktur pasar terutama terjadi pada dimensi negosiasi harga dan pilihan saluran pemasaran, sementara akses informasi dan kontrol keputusan penjualan berperan sebagai faktor penyeimbang. Temuan ini menegaskan bahwa pada wilayah produksi jagung non sentra, distribusi kekuatan tawar tidak semata ditentukan oleh tingkat konsentrasi pasar, tetapi juga oleh kapasitas informasi dan relasi transaksi lokal. Penguatan kelembagaan pemasaran dan diversifikasi saluran distribusi menjadi strategi penting untuk meningkatkan posisi tawar petani dalam pasar yang terkonsentrasi.
Copyrights © 2026