Radikalisme keagamaan, intoleransi, dan degradasi karakter peserta didik di era digital merupakan persoalan mendesak yang belum terjawab secara memadai oleh pendekatan pendidikan Islam yang bersifat kognitif-normatif semata. Penelitian terdahulu tentang moderasi Islam dan pendidikan karakter masih bersifat umum dan belum mengintegrasikan dimensi psikologis secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep moderasi Islam dalam Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari, mengidentifikasi nilai-nilai psikologisnya, serta menjelaskan relevansinya terhadap pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif-kepustakaan dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap sumber primer kitab tersebut dan sumber sekunder yang relevan, penelitian ini menemukan bahwa KH Hasyim Asy’ari membangun konsep moderasi di atas tiga pilar akidah, syariah, dan tasawuf yang diwujudkan melalui prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Keempat prinsip ini terbukti mengandung nilai psikologis konkret meliputi regulasi emosi, keseimbangan batin, empati sosial, dan kematangan moral. Temuan ini berkontribusi memperluas diskursus wasathiyyah dari ranah normatif-teologis ke dimensi pedagogis-psikologis, sehingga menjadikan pemikiran KH Hasyim Asy’ari sebagai kerangka pendidikan karakter yang holistik, adaptif, dan solutif terhadap tantangan generasi Muslim kontemporer
Copyrights © 2026