Penelitian ini bertujuan menganalisis pola partisipasi politik non-formal yang terbentuk melalui aktivitas literasi Komunitas Jendela Jakarta, menelaah fungsi ruang publik dalam pemberdayaan masyarakat urban, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat sipil. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci (pendiri komunitas, koordinator program, dan relawan senior Komunitas Jendela Jakarta), observasi partisipan terhadap aktivitas literasi seperti diskusi mingguan dan pendampingan membaca, serta studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan, modul pelatihan, dan notulen pertemuan di RPTRA Sungai Bambu, Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Jendela Jakarta berperan sebagai ruang publik alternatif yang mendorong kesadaran kritis, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta membentuk partisipasi politik non-formal melalui kegiatan literasi dan diskusi kolektif. Aktivitas tersebut memperluas keterlibatan warga terhadap isu sosial dan pendidikan di luar jalur politik formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas literasi memiliki fungsi strategis dalam memperkuat demokrasi partisipatif, meningkatkan keterlibatan sosial-politik masyarakat urban, dan mendukung terciptanya ruang publik yang lebih inklusif serta berkelanjutan.
Copyrights © 2026