Baja ST 37 merupakan material yang banyak digunakan pada bidang konstruksi dan manufaktur karena memiliki kemampuan las yang baik. Namun, proses pengelasan Metal Inert Gas (MIG) dapat menyebabkan perubahan struktur mikro dan sifat mekanik akibat perbedaan laju pendinginan setelah pengelasan. Variasi media pendingin berpotensi memengaruhi ketangguhan material sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap baja ST 37. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi media pendingin terhadap ketangguhan dan struktur mikro baja ST 37 hasil pengelasan MIG menggunakan analisis One-Way ANOVA. Material yang digunakan adalah baja ST 37 dengan kawat las ER70S-6 berdiameter 0,6 mm . Variasi media pendingin yang digunakan meliputi perlakuan normal, air garam, air mineral , dan radiator coolant. Pengujian dilakukan menggunakan metode impact Charpy dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi media pendingin berpengaruh signifikan terhadap ketangguhan baja ST 37 dengan nilai Fhitung sebesar 37,46 yang lebih besar daripada Ftabel sebesar 4,07 pada taraf signifikansi 5%. Nilai ketangguhan tertinggi diperoleh pada perlakuan normal sebesar 2,91 J/mm², diikuti radiator coolant sebesar 2,25 J/mm², air mineral sebesar 1,92 J/mm², dan air garam sebesar 1,52 J/mm². Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa variasi media pendingin memengaruhi pembentukan ferrite dan pearlite pada baja ST 37. Dengan demikian, pemilihan media pendingin setelah pengelasan MIG berpengaruh terhadap ketangguhan dan struktur mikro baja ST 37.
Copyrights © 2026