Perubahan gaya hidup masyarakat yang telah terjadi menyebabkan asupan kolesterol dalam tubuh menjadi meningkat, terutama akibat dari konsumsi makanan cepat saji yang tinggi akan lemak jenuh. Sehingga meningkatkan tingginya kadar kolesterol dalam darah yang menjadi pemicu terjadinya penyakit hipertensi, stroke dan serangan jantung. Adapun salah satu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah flavanoid dimana flavanoid memiliki senyawa kuersetin yang mampu mencegah oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL). Tumbuhan kecapi diketahui memiliki senyawa flavanoid yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antikolesterol ekstrak kulit batang kecapi secara in vitro. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Kulit batang kecapi diekstraksi dengan menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antikolesterol dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit batang kecapi mengandung berbagai golongan metabolit sekunder, meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, senyawa fenolik, dan terpenoid. Selain itu, hasil uji aktivitas antikolesterol menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang kecapi memiliki nilai EC₅₀ sebesar 24,04 ppm, yang mengindikasikan potensi yang baik sebagai agen penurun kolesterol secara in vitro.
Copyrights © 2026