Citra perempuan pelacur kerap kali mendapat stigma negatif di masyarakat. Mereka dipinggirkan karena status mereka tanpa mempertimbangkan alasan apa pun yang melatarbelakangi status mereka. Situasi ini sering kali membuat suara mereka tidak terdengar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suara perempuan pelacur yang tergambar dalam tiga puisi pilihan karya Dorothea Rosa Herliany dengan menggunakan pendekatan Kritik Sastra Feminis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan klausa yang menunjukkan suara perempuan pelacur dalam puisi-puisi tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga puisi pilihan Dorothea Rosa Herliany, yaitu Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh (1996), Perempuan Berdosa (2000), dan Nikah Maria (2002). Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk suara perempuan pelacur yang digambarkan dalam tiga puisi pilihan yang disusun secara tematik, yaitu 1) Kesadaran eksistensial pelacur sebagai perempuan berdosa dan negosiasi teologis, 2) Manifestasi penderitaan fisik (raga) dan batin (jiwa), dan 3) Ekspektasi kebahagiaan eskatologis: dari pesimisme menuju iman penebusan. Tiga puisi ini secara kronologis memperlihatkan peningkatan optimisme spiritual tokoh dari waktu ke waktu. Kata kunci: pelacur perempuan, puisi Indonesia, kritik sastra feminis, Dorothea Rosa Herliany
Copyrights © 2026