Cyberbullying menjadi salah satu permasalahan keselamatan digital yang semakin sering terjadi pada media sosial, khususnya Instagram, sehingga diperlukan media kampanye visual yang mampu menyampaikan pesan secara persuasif kepada generasi milenial. Meskipun berbagai kampanye mengenai cyberbullying telah banyak dilakukan, masih terdapat keterbatasan dalam perancangan poster yang disesuaikan dengan karakteristik visual Instagram serta preferensi komunikasi generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang poster kampanye bahaya cyberbullying bagi generasi milenial di Instagram. Perancangan didasarkan pada teori komunikasi persuasif, prinsip hierarki visual, tipografi, psikologi warna, serta prinsip desain komunikasi visual untuk menghasilkan media kampanye yang efektif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan desain komunikasi visual. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi karakter visual Instagram, analisis target audiens, dan sintesis strategi pesan kampanye. Proses perancangan meliputi identifikasi masalah, analisis audiens, penyusunan konsep pesan, pengembangan konsep visual, pembuatan prototipe poster, serta evaluasi desain. Evaluasi dilakukan melalui penilaian terhadap aspek keterbacaan, kejelasan hierarki informasi, konsistensi visual, dan kesesuaian pesan dengan karakteristik audiens sasaran. Hasil penelitian menghasilkan konsep poster bertema "Jari Bisa Melukai, Bijak Sebelum Mengomentari" yang memadukan ilustrasi telepon pintar, gelembung komentar, warna peringatan, tipografi yang mudah dibaca, serta ajakan untuk menghentikan cyberbullying, melaporkan tindakan perundungan, dan mendukung korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain komunikasi visual yang dipadukan dengan strategi komunikasi persuasif mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kampanye melalui Instagram. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang Desain Komunikasi Visual dengan menghasilkan model konseptual perancangan poster kampanye digital yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan media edukasi keselamatan digital pada platform media sosial.
Copyrights © 2026