Penyelesaian masalah matematika di kelas khususnya barisan bilangan menunjukkan situasi yang tidak kreatif. Anak tidak mencari penyelesaian masalah, melainkan menghapal prosedur penyelesaian. Situasi ini menjadikan anak tidak dapat menunjukkan kreativitas penyelesaian masalah barisan bilangan. Ini berarti anak tidak mampu berpikir outside the box. Penelitian ini mendeskripsikan berpikir outside the box mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan bilangan. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode think alouds, wawancara, dan pengamatan. Adapun kegiatan analisis data kualitatif pada penelitian ini dilakukan secara bersamaan (simultan) dengan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil. Penyelesaian masalah oleh subyek penelitian diuraikan melalui sudut pandang transformasi dalam berpikir outside the box. Transformasi dalam berpikir outside the box diuraikan dengan menggunakan deskripsi 4 tahapan yaitu klarifikasi, inferensi, evaluasi, dan aplikasi. Penelitian ini penting bagi praktisi pendidikan untuk menjadikan berpikir outside the box sebagai input informasi tentang jenis karakteristik berpikir.
Copyrights © 2018