Abstrak: Penelitian ini menganalisis representasi praktik surveillance, digital vigilantism, dan agensi korban dalam dokumenter Cyber Hell: Exposing an Internet Horror. Berangkat dari meningkatnya kejahatan digital, penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana dokumenter tersebut membangun narasi investigatif dan menampilkan peran korban, aparat, jurnalis, serta publik dalam mengungkap kejahatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan analisis naratif, menggunakan kerangka teori surveillance, digital vigilantism, dan feminisme kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya narasi antagonistik antara pelaku dan aktor institusional, dengan korban digambarkan tidak hanya sebagai pihak yang menderita, tetapi juga sebagai agen resistensi dan perubahan. Surveillance dan digital vigilantism direpresentasikan sebagai mekanisme ganda baik sebagai instrumen kontrol maupun sarana pembongkaran kebenaran dan pendorong transformasi sosial. Dari perspektif feminisme kritis, film ini menantang ketidakadilan patriarkal dan menonjolkan agensi perempuan dalam memperjuangkan keadilan. Dengan demikian, Cyber Hell berfungsi sebagai media advokasi, literasi digital, dan kritik sosial, serta memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi mengenai pengawasan digital, kesetaraan gender, dan perlindungan korban. Kata kunci: komunikasi, digital vigilantism, perubahan sosial, surveillance.
Copyrights © 2025