Abstrak Kebutuhan akan pembangunan bangunan yang terus meningkat mendorong peningkatan penggunaan material konstruksi dan berdampak pada bertambahnya timbulan limbah. Limbah konstruksi yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, pemborosan sumber daya, serta peningkatan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, volume, dan tingkat limbah material konstruksi, serta pengelolaan limbah konstruksi. Penelitian dilakukan pada beberapa proyek pembangunan di Kota Langsa, meliputi gedung perkuliahan, sekolah, dan perumahan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara dengan pihak pelaksana proyek menggunakan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat limbah material konstruksi pada proyek gedung berkisar antara 10%–13%, dengan kayu (4,8%) sebagai penyumbang terbesar, diikuti oleh baja ringan (3,17%) dan besi tulangan (1,34%). Faktor utama penyebab timbulnya limbah adalah kesalahan pemotongan material, perubahan desain, dan pengawasan lapangan yang kurang optimal. Tindakan pencegahan yang paling efektif menurut responden adalah pengecekan berkala kuantitas dan volume material, serta peningkatan koordinasi antarpekerja. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan peningkatan efisiensi material sebagai strategi pengelolaan limbah konstruksi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026