Church planting in remote areas often faces challenges related to the sustainability of ministry, particularly in terms of funding and financial management. This study aims to analyze the integration of fundraising strategies and financial planning in supporting the sustainability of local church planting. The research employed a qualitative approach through literature review, field observation, and a case study at GBI Petra Talawid Congregation. Data were collected through documentation, observation, and informal interviews, and then analyzed thematically. The findings indicate that the sustainability of local churches is determined not only by their ability to generate funds, but also by transparent, participatory, and well-planned financial management. Strategies such as congregational entrepreneurship, ministry partnerships, fundraising activities, and digital donations have proven effective in supporting sustainable church ministry. This study offers an integrative approach that combines fundraising, financial planning, and congregational involvement as a sustainability model for local church planting in remote areas. AbstrakPenanaman gereja di daerah terpencil sering menghadapi tantangan keberlanjutan pelayanan, khususnya dalam aspek pendanaan dan pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi strategi penggalangan dana dan perencanaan keuangan dalam mendukung keberlanjutan penanaman gereja lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, observasi lapangan, dan studi kasus pada GBI Jemaat Petra Talawid. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara informal, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan gereja lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh dana, tetapi juga oleh pengelolaan keuangan yang transparan, partisipatif, dan terencana. Strategi seperti kewirausahaan jemaat, kemitraan pelayanan, kegiatan penggalangan dana, dan donasi digital terbukti membantu mendukung pelayanan gereja secara berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan pendekatan integratif antara penggalangan dana, perencanaan keuangan, dan keterlibatan jemaat sebagai model keberlanjutan penanaman gereja lokal di daerah terpencil. Kata Kunci : penanaman gereja, penggalangan dana, perencanaan keuangan
Copyrights © 2026