Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan sintaksis pada berita "SYL Divonis 10 Tahun Penjara" yang dimuat dalam Harian Sumut Pos edisi 12 Juli 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa satuan bahasa yang mengandung kesalahan sintaksis pada teks berita, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima kategori kesalahan sintaksis, yaitu kalimat ambigu, bentuk tidak baku atau struktur rancu, kalimat tidak efektif, pengaruh bahasa asing, dan kalimat tidak logis. Kalimat tidak efektif merupakan jenis kesalahan yang paling dominan sehingga menunjukkan bahwa persoalan utama terletak pada penyusunan struktur kalimat yang belum memenuhi prinsip keefektifan. Kesalahan-kesalahan tersebut berimplikasi pada menurunnya kejelasan makna, ketepatan informasi, dan keterbacaan berita. Penelitian ini menegaskan bahwa ketepatan sintaksis merupakan indikator penting kualitas bahasa jurnalistik sehingga penyuntingan bahasa yang sistematis diperlukan untuk meningkatkan mutu pemberitaan di media massa.
Copyrights © 2026