Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi Realitas Sosial dalam Novel “Orang-Orang Biasa” Karya Andrea Hirata: Kajian Mimetik: Representation of Social Reality in Andrea Hirata’s Novel Orang-Orang Biasa: A Mimetic Study Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Joice Agata Manik; Emelia Hanada Br Sembiring; Kristina Purba
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.30

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, keterbatasan akses pendidikan, dan kemiskinan struktural masih menjadi realitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan kerap direpresentasikan melalui karya sastra. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi realitas sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui kajian mimetik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang dianalisis berdasarkan tiga kategori utama, yaitu pola interaksi dan kontak sosial, stratifikasi sosial dan status, serta norma dan nilai budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan interaksi sosial yang bersifat pasif, hierarkis, dan solidaritas situasional sebagai cerminan lemahnya fungsi institusi sosial. Stratifikasi sosial digambarkan melalui perbedaan pendidikan, pekerjaan, dan kekuasaan yang membatasi mobilitas sosial masyarakat kecil. Sementara itu, norma dan nilai budaya seperti kekeluargaan, pengorbanan, optimisme, dan etos kerja berfungsi sebagai modal sosial dalam mempertahankan kehidupan di tengah keterbatasan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya menghadirkan narasi fiktif, tetapi merepresentasikan realitas sosial masyarakat marginal secara kritis dan reflektif.
Konstruksi Makna Kekuasaan Melalui Majas Simbolik dalam Novel Berjudul Mahkota yang Terbelah 4: Constructing the Meaning of Power Through Symbolic Figures of Speech in the Novel Entitled Mahkota yang Terbelah 4  Putri Stevania Rajagukguk; Helena Hutabarat; Rahel Sinaga; Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 3 (2026): VOLUME 2 NUMBER 3 Juni 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i3.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan membedah penggunaan majas simbolik dalam mengkonstruksi makna kekuasaan pada novel Mahkota yang Terbelah 4 karya Wid Kusuma. Kajian ini difokuskan pada pendekatan stilistika kualitatif deskriptif untuk menginterpretasi satuan lingual yang mengandung simbol otoritas dan konflik politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang memanfaatkan simbol benda (mahkota dan takhta), warna (emas dan merah), serta alam (badai dan langit hitam) untuk merepresentasikan dualitas kekuasaan yang megah di permukaan namun rapuh di dalamnya. Simbol "mahkota yang terbelah" menjadi metafora sentral hancurnya legitimasi dan persatuan akibat korupsi moral pemegang kekuasaan. Selain itu, simbol hewan secara strategis mempertegas kritik terhadap sifat oportunis elit penguasa. Disimpulkan bahwa majas simbolik dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika bahasa, melainkan instrumen kritik sosiopolitik yang efektif untuk mengkonstruksi makna bahwa kekuasaan tanpa integritas moral akan runtuh oleh beban ambisinya sendiri.
Analisis Kesalahan Sintaksis pada Berita "SYL Divonis 10 Tahun Penjara": Analysis of Syntactic Errors in the News Article "SYL Sentenced to 10 Years in Prison"  Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Esniveni Julita Sinaga; Eni Lastiarmahita Sihombing; Grace Hutahaean; Sari Juita Hasibuan
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 3 No. 1 (2026): VOLUME 3 NUMBER 1 OKTOBER 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan sintaksis pada berita "SYL Divonis 10 Tahun Penjara" yang dimuat dalam Harian Sumut Pos edisi 12 Juli 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa satuan bahasa yang mengandung kesalahan sintaksis pada teks berita, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima kategori kesalahan sintaksis, yaitu kalimat ambigu, bentuk tidak baku atau struktur rancu, kalimat tidak efektif, pengaruh bahasa asing, dan kalimat tidak logis. Kalimat tidak efektif merupakan jenis kesalahan yang paling dominan sehingga menunjukkan bahwa persoalan utama terletak pada penyusunan struktur kalimat yang belum memenuhi prinsip keefektifan. Kesalahan-kesalahan tersebut berimplikasi pada menurunnya kejelasan makna, ketepatan informasi, dan keterbacaan berita. Penelitian ini menegaskan bahwa ketepatan sintaksis merupakan indikator penting kualitas bahasa jurnalistik sehingga penyuntingan bahasa yang sistematis diperlukan untuk meningkatkan mutu pemberitaan di media massa.