Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan siswa. Keberadaan bystander sebagai saksi dalam peristiwa bullying memiliki peran penting karena dapat memengaruhi keberlangsungan perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bystander effect dengan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 311 siswa kelas XI. Sampel penelitian berjumlah 175 siswa kelas XI yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket online berupa Google Form untuk variabel bystander effect dan variabel perilaku bullying. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara bystander effect dengan perilaku bullying dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,573 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang cenderung berperan sebagai pengamat saat menyaksikan bullying memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terlibat langsung sebagai pelaku bullying.
Copyrights © 2026