Rendahnya literasi keuangan di kalangan remaja merupakan permasalahan yang berdampak jangka panjang terhadap kemampuan pengelolaan keuangan pribadi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa SMAN 47 Jakarta melalui pendekatan pelatihan interaktif berbasis kelas yang meliputi materi pengelolaan uang jajan, perbedaan kebutuhan dan keinginan, sistem alokasi keuangan 60-20-20, bahaya paylater, serta pentingnya mencatat pengeluaran. Kegiatan diikuti oleh 36 siswa dan dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta formulir umpan balik kepuasan berskala Likert 1 sampai 5. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 91,73 pada pre-test menjadi 96,89 pada post-test, dengan 75,6% peserta berhasil meraih skor sempurna (100) pada post-test dan tidak ada satu pun peserta yang mendapat skor di bawah 80. Tingkat kepuasan peserta terhadap kinerja panitia dan trainer masing-masing mencapai rata-rata 4,50 dan 4,54 dari skala 5. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan interaktif berbasis diskusi dan kuis terbukti efektif meningkatkan pemahaman literasi keuangan remaja secara signifikan.
Copyrights © 2026