Persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat di era digital menuntut rumah sakit mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk strategi digital marketing rumah sakit, relevansinya terhadap prinsip Society 5.0, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya dalam memperluas aksesibilitas layanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research melalui penelusuran sistematis pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah sakit memanfaatkan beragam kanal digital secara terintegrasi meliputi situs web, media sosial, aplikasi mobile, dan telemedicine dengan orientasi konten yang bersifat edukatif, persuasif, dan interaktif. Strategi ini selaras dengan prinsip human-centered technology dalam kerangka Society 5.0 melalui konvergensi kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things. Efektivitasnya dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur internal, serta literasi digital masyarakat sebagai faktor eksternal. Kesenjangan digital antarwilayah dan kerentanan keamanan data menjadi hambatan utama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026