Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia balita. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting antara lain riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian MP-ASI dengan status stunting pada anak usia 6–36 bulan di Desa Abang, Karangasem. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah anak usia 6–36 bulan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data riwayat penyakit infeksi diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, data pola pemberian MP-ASI dikumpulkan melalui wawancara dan metode recall 24 jam, sedangkan status stunting diukur berdasarkan indeks PB/U atau TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,0% sampel mengalami stunting. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan status stunting dengan nilai p=0,007 (p <0,05), serta pola pemberian MP-ASI yang meliputi aspek tekstur, usia pemberian, jumlah energi dan protein, serta sumber protein hewani dengan nilai p=0,039 (p <0,05). Kesimpulannya, riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian MP-ASI berhubungan dengan status stunting. Orang tua disarankan mencegah penyakit infeksi dan memberikan MP-ASI sesuai prinsip gizi seimbang.
Copyrights © 2026