I Wayan Juniarsana
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Status Stunting Berdasarkan Riwayat Penyakit Infeksi dan Pola Pemberian MP-ASI Pada Anak Usia 6-36 Bulan di Desa Abang, Karangasem Ni Komang Tri Okta Piantari; I Gusti Agung Ari Widarti; I Wayan Juniarsana
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.935

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia balita. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting antara lain riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian MP-ASI dengan status stunting pada anak usia 6–36 bulan di Desa Abang, Karangasem. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah anak usia 6–36 bulan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data riwayat penyakit infeksi diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, data pola pemberian MP-ASI dikumpulkan melalui wawancara dan metode recall 24 jam, sedangkan status stunting diukur berdasarkan indeks PB/U atau TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,0% sampel mengalami stunting. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan status stunting dengan nilai p=0,007 (p <0,05), serta pola pemberian MP-ASI yang meliputi aspek tekstur, usia pemberian, jumlah energi dan protein, serta sumber protein hewani dengan nilai p=0,039 (p <0,05). Kesimpulannya, riwayat penyakit infeksi dan pola pemberian MP-ASI berhubungan dengan status stunting. Orang tua disarankan mencegah penyakit infeksi dan memberikan MP-ASI sesuai prinsip gizi seimbang.
Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Status Gizi dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMA Negeri 4 Singaraja Putu Anggytha Putricahyani; Ni Made Dewantari; I Wayan Juniarsana
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.968

Abstract

Salah satu persoalan kesehatan reproduksi yang kerap dialami oleh remaja putri ialah gangguan pada siklus menstruasi yang dapat dipengaruhi oleh tingkat asupan zat gizi makro serta kondisi status gizi individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi zat gizi makro dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional pada 88 sampel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data mengenai konsumsi zat gizi diperoleh melalui metode recall 24 jam sebanyak dua kali, status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), sedangkan data terkait gangguan siklus menstruasi dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antara tingkat konsumsi zat gizi makro dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keterkaitan asupan zat gizi makro dan status gizi terhadap gangguan siklus menstruasi pada remaja putri sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan pengelolaan masalah kesehatan reproduksi remaja
Implementasi Model Ginalatrik Terhadap Nafsu Makan dan Tingkat Konsumsi pada Balita di Desa Batubulan Kangin Putu Karina Sinta Wijaya; I Wayan Juniarsana; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.991

Abstract

Masalah gizi pada balita seperti stunting, gizi kurang, dan berat badan tidak naik dua kali berturut-turut (2T) masih menjadi perhatian karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Rendahnya nafsu makan menyebabkan tingkat konsumsi zat gizi balita menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita di Desa Batubulan Kangin. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest dan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 balita. Intervensi berupa edukasi gizi, pijat Tuina, dan latihan psikomotorik dilakukan selama satu bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner nafsu makan dan food recall 1x24 jam, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan balita setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -3,633 dan nilai p=0,001 (p<0,005) yang berarti terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan balita. Tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat juga mengalami peningkatan dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,005) sehingga terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap tingkat konsumsi balita. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Model Ginalatrik berpengaruh terhadap peningkatan nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam upaya perbaikan status gizi balita.