Model ginalatrik merupakan pendekatan holistik dan integratif yang mengombinasikan edukasi gizi, pijat tuina, dan latihan psikomotorik sebagai upaya pencegahan masalah gizi serta keterlambatan perkembangan balita. Intervensi dilakukan selama satu bulan dengan frekuensi tiga kali/minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model ginalatrik terhadap tingkat pengetahuan ibu dan perkembangan psikomotorik balita di Desa Batubulan Kangin. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 21 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu dan lembar checklist untuk menilai perkembangan psikomotorik balita, kemudian dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 69,2 menjadi 82,2 sesudah intervensi. Perkembangan psikomotorik sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori sesuai (57,1%) dan tidak sesuai (42,9%), kemudian meningkat menjadi kategori sesuai (76,2%) dan tidak sesuai (23,8%) sesudah intervensi. Hasil uji wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh signifikan penerapan model ginalatrik terhadap pengetahuan ibu dan perkembangan psikomotorik balita (p<0,05). Model ginalatrik diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan balita melalui edukasi gizi, pijat tuina, dan latihan psikomotorik untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak.
Copyrights © 2026