Penelitian ini bertujuan mengkaji dialektika antara hadis, tradisi, dan makna simbolik dalam ritual pengikatan kaki kambing di Desa Pulo Panjang melalui pendekatan Living Hadis. Ritual ini dilakukan sebelum penyembelihan kambing pada kegiatan kurban, aqiqah, dan acara adat tertentu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pengikatan kaki kambing tidak sekadar proses teknis, tetapi juga mengandung nilai religius, sosial, dan simbolik. Masyarakat memaknainya sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan, pengendalian diri, ketundukan kepada Allah, serta harapan memperoleh keselamatan dan keberkahan. Penelitian ini juga menemukan adanya resepsi masyarakat terhadap hadis-hadis tentang ihsan dalam penyembelihan hewan yang kemudian diadaptasi dalam tradisi lokal. Dengan demikian, hadis tidak hanya dipahami sebagai teks, tetapi juga hidup dalam praktik budaya masyarakat Muslim.
Copyrights © 2026